Pages

Friday, December 31, 2010

Batistuta Still Fun Play Polo

Gabriel Batistuta is like drowning after decided to retire from football in 2005. However, that does not mean he's not thinking about football again. He was enjoying his life.

The days of players from Argentina this is quite relaxed. He's like paying debts busy during football career by choosing a more recreational activities.

The former Fiorentina and AS Roma player is actually being happy exercising polo. In addition, he also often busy playing golf. He is also a commentator on the Televisa Deportes.

Batistuta was actually already passed the coaching education in Argentina. That is, he actually was able to train. However, for now he claimed not interested in trains.

In recent days it appears the issue that he would train his former club, Boca Juniors. However, he immediately denied this.According to him, the only issue. He claims not yet ready to become a coach.

Tuesday, December 28, 2010

Berbatov Bulgarian Footballer

Bulgaria's football federation announced, strikers ManchesterUnited (MU), Dimitar Berbatov, was selected as Player of Bulgaria2010. He noted the record, having won this title seven times in a row.

Berbatov (29) months and looked impressive. He scored fivegoals to take spectacular Manchester United's 7-1 victory overBlackburn Rovers.

Litex Lovech club captain, Ivelin Popov, who recently transferred to Gaziantepspor, ranked second, followed by the Bulgarian nationalteam goalkeeper of the club Twente, Nikolay Mihaylov.

Monday, December 27, 2010

Riedl stretcher New Strategy Against Malaysia

Indonesia's national team coach, Alfred Riedl, admitted his teamwould change the strategy as host Malaysia in the final two AFFCup 2010, Wednesday (12/29/2010). By doing so, he admitted that he hoped the troops "Garuda" could pluck victory in the match.

Indonesia has a slim chance to become champion after a subdued"Tiger of Malaya" three goals without reply in the first final yesterday.At least, Firman Utina and his friends need four goals withoutconceding to the title.

Unfortunately, the preparation of the troops "Red and White" a littledisturbed because some players like Markus Horison and YongAribowo injury. Both players are seen practicing separately in thepractice session this afternoon.

Saturday, December 25, 2010

Start Exercise Focused on Tactics and Strategy

One week before the game against Sriwijaya FC on January 2, 2011, the preparation team Persib Bandung increasingly tight. The team coach is preparing the team will perform optimally in the fight.

Assistant coach Persib Bandung Robbie Darwis says that currently there is no term core players and reserve players. "All players have the responsibility and burden the same. They must be ready because with the hectic schedule in January. All players must be ready when lowered," Robby said when contacted Saturday (25/12). Therefore, Robby and line coach insisted that all players must be in a condition ready for combat.

Robby said that in the time left is the coach began to focus on forming a team framework. During the two weeks before the players have been focused on physical issues, speed, strength, until the immune system. "Now we stay focused on tactics, strategy, and togetherness as a whole," he said.

Saturday, November 27, 2010

Do not Panic by Rossi Test Results!

Bos mechanical Valentino Rossi, Jerry Burgess, said that his team did not need to panic seeing the results of a post-season tests conducted on November 9 to 10 and then in Valencia. According to him, the result is very reasonable because all new to "The Doctor".

Indeed, Rossi's performance in his debut for the Ducati MotoGP 2010 after the last series was really not convincing. Seven-times world champion premier class was only ranked eighth on the first day and second day it fell sharply to No. 15.

But Burgess, who follow in the footsteps Rossi to Ducati after posting ciamik achievement with the Italian rider in the Honda and Yamaha, remain calm. He said the test session in Valencia has the main purpose of acclimatization, so note the time is not the biggest target.

Thursday, November 25, 2010

Messi Lebih Komplet dari CR7

Kiper Liverpool, Pepe Reina berpendapat, Lionel Messi lebih komplet sebagai pemain daripada Cristiano Ronaldo (CR7). Sebagai kiper, dia lebih takut kepada Messi daripada Ronaldo.

Messi dan Ronaldo memang terus dibanding-bandingkan. Keduanya sama-sama pemain fenomenal dan peraih Ballon d'Or dan Pemain Terbaik Dunia versi FIFA. Messi dan Ronaldo bakal bertemu, Minggu (28/11/2010), dalam partai derbi "El Clasico". Messi di pihak Barcelona dan Ronaldo di pihak Madrid.

"Barcelona sedikit difavoritkan untuk menang, karena tampil di kandang sendiri. Kukira akan ada banyak gol pada pertandingan itu. Bagiku, tampil di hadapan 100.000 pendukungnya, 'Blaugrana' akan lebih dominan. Namun, ini pertandingan yang sangat sulit diprediksi," kata Reina yang asal Spanyol.

"Messi dan Ronaldo sama-sama pemain hebat. Tapi, menurutku Messi lebih komplet. Tapi, itu pendapat pribadiku," tambahnya.

Tentang kehadiran Jose Mourinho di Madrid, menurutnya memiliki pengaruh besar. Setidaknya, dia sudah membuktikan bahwa Madrid makin sulit dikalahkan dan kini memimpin klasemen sementara Liga BBVA.

"Dia pelatih hebat yang meraih banyak hasil bagus dan gelar. Di semua tim yang dia latih, dia memiliki banyak pujian dari pemainnya," terang Reina.

Tuesday, November 23, 2010

Allegri: Auxerre Krusial bagi Milan

Manajer AC Milan, Massimiliano Allegri, meminta pasukannya mengeluarkan segala kemampuan saat melawan Auxerre pada lanjutan fase Grup G Liga Champions, Selasa (23/11/2010). Menurutnya, Auxerre berada dalam posisi harus menang dan punya potensi mewujudkan target itu.

Milan dan Auxerre berada di Grup G bersama dengan Ajax dan Real Madrid. Semua sudah melakoni empat dari enam pertandingan. Madrid menduduki puncak klasemen dengan sepuluh poin. Milan, Ajax, dan Auxerre berurutan ada di belakangnya dengan 5, 4, dan 3 poin.

Meski berstatus juru kunci, Auxerre bukan tak menyimpan ancaman. Pada macthday keempat, mereka menaklukkan Ajax 2-1. Menurut Allegri, bila Auxerre melawan Milan seperti melawan Ajax, Milan berada dalam bahaya.

Auxerre akan menurunkan tim yang sama sekali berbeda dibanding pada pertemuan pertama kami (Milan menang 2-0). Tim ini (Auxerre) telah memainkan beberapa pertandingan bagus. Mengalahkan Ajax adalah hal yang sulit dilakukan," ujar Allegri.

"Mereka harus menang pada Selasa nanti. Ini akan menjadi pertandingan dengan intensitas tinggi dan akan menjadi ujian krusial dalam kompetisi ini,"

"Kami harus menang bila kami ingin mengendurkan tekanan kami sendiri sebelum pertandingan terakhir melawan Ajax,"

"Kami akan menurunkan tim berkarakter meneyerang. Kami memiliki banyak pemain cedera, tetapi saya senang dengan skuad dan mereka yang terlibat harus berusaha lebih supaya kami meraih hasil," terangnya.

Sunday, November 21, 2010

Wenger: Kekalahan Arsenal Misterius

Pelatih Arsenal Arsene Wenger tidak dapat mengerti mengapa timnya mengalami kekalahan di tangan Tottenham Hotspur. Kini ia khawatir hal itu akan menghambat timnya dalam mengejar gelar juara.

Akibat kekalahan 2-3 itu, "The Gunners" menyia-nyiakan kesempatan merebut puncak klasemen karena Chelsea juga kalah di tangan Birmingham City. Arsenal justru disusul Manchester United, yang berhasil menumbangkan Wigan Athletic.

"Kami berada di posisi tepat dan kami gagal, jadi kami harus menerimanya. Hari ini kami selalu berada dalam posisi di mana kami dapat memenangi pertandingan dan sulit menerimanya," kata Wenger seperti dikutip Sky Sport.

"Jika Anda melihat statistik dan angka-angkanya, sulit dimengerti bagaimana kami kalah dalam laga ini, kehilangan konsentrasi, sejumlah kesalahan mendasar, juga ketidakberuntungan. Menjadi sebuah misteri bagaimana Anda dapat kalah dalam laga seperti itu," jelasnya.

"Jika Anda melihat peluang yang dimiliki Tottenham hari ini, sulit dimengerti bagaimana kami dapat kebobolan tiga gol, tapi kami mengalaminya dan kami hanya dapat berinterospeksi. Kami tidak dapat menjaga fokus maupun pentingnya permainan 90 menit karena beberapa pemain lelah," tambah pelatih asal Perancis itu.

Dalam 17 tahun terakhir, Arsenal tidak pernah kalah dalam laga kandang melawan Spurs. Spurs terakhir kali menang di Higbury pada 11 Mei 1993 dengan skor 3-1.

Tuesday, October 19, 2010

Guardiola Kehilangan Kata Memuji Timnya

Pelatih Barcelona Josep Guardiola begitu gembira setelah timnya menang 8-0 atas Almeria. Ia kehilangan kata-kata untuk memuji para pemainnya.

Kemenangan itu terasa semakin lengkap bagi Barca karena striker Lionel Messi mencetak tiga gol yang menjadikannya pemain keempat yang membukukan 100 gol di kancah liga. Kemenangan besar itu juga membawa Barca menyamai rekor kemenangan di Las Palmas pada 1959.

"Setiap kali kami mencetak gol, tidak seperti hari-hari lain. Sulit berkata lebih banyak setelah kemenangan besar ini. Saya hanya ingin memberi selamat kepada tim karena mereka begitu efektif," kata Guardiola.

Guardiola menegaskan, kemenangan itu tak lepas dari kerja keras tim yang selalu menjaga kekompakan di lapangan. Solidaritas ini sangat penting bagi Barca, melebih kemampuan individual dari para pemain.

"Setiap hal yang kami lakukan merupakan keunggulan kami. Itulah caranya. Kami sekali lagi memperlihatkan bahwa jika kami melakukan hal penting, memperlihatkan solidaritas, yang kami lakukan semuanya bersama-sama, kami mengendalikan permainan. Sisanya soal talenta," tambahnya.

Dalam laga semalam, semua pemain Barca bergerak bersama merusak pertahanan Almeria. Striker David Villa, meskipun tak mencetak gol, berjibaku memberikan assist untuk rekan-rekannya, termasuk Messi.

Friday, October 15, 2010

Spies Mau Timba Ilmu dari Lorenzo

Demi meraih prestasi yang memuaskan, Ben Spies tak segan untuk menimba ilmu dari Jorge Lorenzo. Pebalap Amerika Serikat ini mengatakan, dia ingin belajar sebanyak mungkin dari pebalap Spanyol tersebut, yang baru saja meraih gelar juara dunia MotoGP 2010.

Musim depan, Spies bakal jadi tandem Lorenzo di tim pabrikan Yamaha, setelah Valentino Rossi memutuskan untuk hengkang ke Ducati. Mantan juara dunia Superbike tersebut "promosi" ke tim pabrikan, setelah dia dinilai sukses ketika memperkuat tim satelit Yamaha Tech 3.

Tak seperti ketika Rossi dan Lorenzo, yang nyaris tak melakukan kerja sama bahkan garasi mereka dipisahkan oleh sebuah tembok, Spies ingin melakukan sebuah perubahan. Dia berani menepis gengsi, lantaran mau belajar dari kesuksesan Lorenzo.

"Ada banyak yang ingin saya lakukan karena saya mau belajar dari dia," ujar Spies. "Ada beberapa area dari apa yang saya lalu sepanjang tahun, di mana harus mempertahankan perolehan poin-poin yang bagus, tetapi juga ada yang perlu saya perbaiki.

"Dan ada beberapa hal yang dia benar-benar bagus, yang anda tidak selalu hanya menjiplak, tetapi anda bisa mencoba untuk bekerja sama supaya bisa mendapatkannya.

"Sebagai seorang pebalap, saya memerlukan perbaikan, saya tahu itu. Dan kami akan melakukannya dengan melakukan perbandingan bersama Jorge.

"Kami memiliki gaya berbeda, tetapi saya merasa lebih baik mengendarai sebuah motor GP dan saya harus lebih baik pada tahun depan. Mungkin tidak mengalami kemajuan sangat besar, tetapi saya harus lebih baik."

Spies juga tidak terlalu yakin dengan seberapa besar pengaruhnya dengan pengembangan Yamaha tahun depan--apalagi dia masih kalah pengalaman di MotoGP dibandingkan dengan Lorenzo. Pasalnya, musim lalu dia berada di tim satelit.

"Saya kira, dari sisi pengembangan saya tidak buruk, tetapi juga saya tidak banyak pengalaman pada motor MotoGP," jelas Spies.

"Sekarang, setelah menjalani satu tahun dan ada perubahan staf, kami bisa melakukan perubahan. Akan tetapi, pengembangan sesungguhnya belum banyak. Karena itu, saya menantikannya--mendapatkan beberapa staf baru, berusaha melakukannya dan melihat ke mana kami pergi dari sana."

Tuesday, September 21, 2010

"El Loco" Grogi Jelang Debutnya

Penyerang timnas Indonesia, Christian Gonzales, mengaku grogi menjelang laga uji coba melawan Timor Leste, Minggu (21/11/2010). Pasalnya, laga itu merupakan debut Gonzales setelah resmi menjadi warga negara Indonesia.

"Saya baru saja mengantarkan dia ke bandara tadi pagi. Dia cerita tadi, dirinya sangat grogi sampai enggak bisa tidur tadi malam. Saya tidak pernah melihat dia segrogi itu. Mungkin karena besok penampilan pertamanya bersama timnas Indonesia," jelas istri penyerang Persib Bandung itu, Eva Siregar.

Gonzales kemungkinan besar akan tampil sebagai starter pada laga nanti. Ketajamannya tak perlu diragukan karena ia beberapa kali menjadi pencetak gol terbanyak di pentas Indonesia Super League (ISL).

Mengingat Gonzales pemain naturalisasi pertama di Indonesia, ia tentunya akan menjadi perhatian masyarakat pada laga nanti. Publik berharap Gonzales bisa mengangkat prestasi Indonesia.

Menurut Eva, Gonzales pasti akan bekerja keras demi "Merah Putih". Namun, kata Eva, Gonzales tentunya membutuhkan dukungan dari rekan-rekannya dan masyarakat.
"Saya berharap jangan ada lagi tanggapan miring soal naturalisasi Gonzales. Ia sudah banyak berkorban untuk menjadi warga negara Indonesia dan dia sangat ingin membela timnas. Pada laga nanti, dia bilang butuh dukungan dari teman-temannya karena tanpa peran rekan-rekannya, dia tidak bisa apa," beber Eva.

Tentunya menarik selebrasi gol apa yang akan dilakukan Gonzales pada laga debutnya bersama timnas. Namun, kata Eva, Gonzales tidak terlalu memikirkan mencetak gol.

"Saya enggak tahu selebrasi apa yang akan dilakukan dia. Mungkin saja bersyukur atau mencium garuda di kausnya. Namun, dia bilang, belum memikirkan hal tersebut. Dia hanya ingin membawa timnas menang. Baginya, mencetak gol di laga uji coba tidak terlalu penting. Yang paling penting, mencetak gol di Piala AFF," tukas Eva.