Pages

Saturday, November 27, 2010

Do not Panic by Rossi Test Results!

Bos mechanical Valentino Rossi, Jerry Burgess, said that his team did not need to panic seeing the results of a post-season tests conducted on November 9 to 10 and then in Valencia. According to him, the result is very reasonable because all new to "The Doctor".

Indeed, Rossi's performance in his debut for the Ducati MotoGP 2010 after the last series was really not convincing. Seven-times world champion premier class was only ranked eighth on the first day and second day it fell sharply to No. 15.

But Burgess, who follow in the footsteps Rossi to Ducati after posting ciamik achievement with the Italian rider in the Honda and Yamaha, remain calm. He said the test session in Valencia has the main purpose of acclimatization, so note the time is not the biggest target.

Thursday, November 25, 2010

Messi Lebih Komplet dari CR7

Kiper Liverpool, Pepe Reina berpendapat, Lionel Messi lebih komplet sebagai pemain daripada Cristiano Ronaldo (CR7). Sebagai kiper, dia lebih takut kepada Messi daripada Ronaldo.

Messi dan Ronaldo memang terus dibanding-bandingkan. Keduanya sama-sama pemain fenomenal dan peraih Ballon d'Or dan Pemain Terbaik Dunia versi FIFA. Messi dan Ronaldo bakal bertemu, Minggu (28/11/2010), dalam partai derbi "El Clasico". Messi di pihak Barcelona dan Ronaldo di pihak Madrid.

"Barcelona sedikit difavoritkan untuk menang, karena tampil di kandang sendiri. Kukira akan ada banyak gol pada pertandingan itu. Bagiku, tampil di hadapan 100.000 pendukungnya, 'Blaugrana' akan lebih dominan. Namun, ini pertandingan yang sangat sulit diprediksi," kata Reina yang asal Spanyol.

"Messi dan Ronaldo sama-sama pemain hebat. Tapi, menurutku Messi lebih komplet. Tapi, itu pendapat pribadiku," tambahnya.

Tentang kehadiran Jose Mourinho di Madrid, menurutnya memiliki pengaruh besar. Setidaknya, dia sudah membuktikan bahwa Madrid makin sulit dikalahkan dan kini memimpin klasemen sementara Liga BBVA.

"Dia pelatih hebat yang meraih banyak hasil bagus dan gelar. Di semua tim yang dia latih, dia memiliki banyak pujian dari pemainnya," terang Reina.

Tuesday, November 23, 2010

Allegri: Auxerre Krusial bagi Milan

Manajer AC Milan, Massimiliano Allegri, meminta pasukannya mengeluarkan segala kemampuan saat melawan Auxerre pada lanjutan fase Grup G Liga Champions, Selasa (23/11/2010). Menurutnya, Auxerre berada dalam posisi harus menang dan punya potensi mewujudkan target itu.

Milan dan Auxerre berada di Grup G bersama dengan Ajax dan Real Madrid. Semua sudah melakoni empat dari enam pertandingan. Madrid menduduki puncak klasemen dengan sepuluh poin. Milan, Ajax, dan Auxerre berurutan ada di belakangnya dengan 5, 4, dan 3 poin.

Meski berstatus juru kunci, Auxerre bukan tak menyimpan ancaman. Pada macthday keempat, mereka menaklukkan Ajax 2-1. Menurut Allegri, bila Auxerre melawan Milan seperti melawan Ajax, Milan berada dalam bahaya.

Auxerre akan menurunkan tim yang sama sekali berbeda dibanding pada pertemuan pertama kami (Milan menang 2-0). Tim ini (Auxerre) telah memainkan beberapa pertandingan bagus. Mengalahkan Ajax adalah hal yang sulit dilakukan," ujar Allegri.

"Mereka harus menang pada Selasa nanti. Ini akan menjadi pertandingan dengan intensitas tinggi dan akan menjadi ujian krusial dalam kompetisi ini,"

"Kami harus menang bila kami ingin mengendurkan tekanan kami sendiri sebelum pertandingan terakhir melawan Ajax,"

"Kami akan menurunkan tim berkarakter meneyerang. Kami memiliki banyak pemain cedera, tetapi saya senang dengan skuad dan mereka yang terlibat harus berusaha lebih supaya kami meraih hasil," terangnya.

Sunday, November 21, 2010

Wenger: Kekalahan Arsenal Misterius

Pelatih Arsenal Arsene Wenger tidak dapat mengerti mengapa timnya mengalami kekalahan di tangan Tottenham Hotspur. Kini ia khawatir hal itu akan menghambat timnya dalam mengejar gelar juara.

Akibat kekalahan 2-3 itu, "The Gunners" menyia-nyiakan kesempatan merebut puncak klasemen karena Chelsea juga kalah di tangan Birmingham City. Arsenal justru disusul Manchester United, yang berhasil menumbangkan Wigan Athletic.

"Kami berada di posisi tepat dan kami gagal, jadi kami harus menerimanya. Hari ini kami selalu berada dalam posisi di mana kami dapat memenangi pertandingan dan sulit menerimanya," kata Wenger seperti dikutip Sky Sport.

"Jika Anda melihat statistik dan angka-angkanya, sulit dimengerti bagaimana kami kalah dalam laga ini, kehilangan konsentrasi, sejumlah kesalahan mendasar, juga ketidakberuntungan. Menjadi sebuah misteri bagaimana Anda dapat kalah dalam laga seperti itu," jelasnya.

"Jika Anda melihat peluang yang dimiliki Tottenham hari ini, sulit dimengerti bagaimana kami dapat kebobolan tiga gol, tapi kami mengalaminya dan kami hanya dapat berinterospeksi. Kami tidak dapat menjaga fokus maupun pentingnya permainan 90 menit karena beberapa pemain lelah," tambah pelatih asal Perancis itu.

Dalam 17 tahun terakhir, Arsenal tidak pernah kalah dalam laga kandang melawan Spurs. Spurs terakhir kali menang di Higbury pada 11 Mei 1993 dengan skor 3-1.